Kalau mendengar kata virus, biasanya kita langsung teringat pada berbagai penyakit yang ada di zaman sekarang. Padahal, virus ternyata sudah ada dan menyebabkan penyakit pada manusia sejak ribuan tahun yang lalu, bahkan sejak zaman peradaban kuno.
Salah satu buktinya ditemukan pada beberapa mumi dari Mesir Kuno. Para ilmuwan menemukan jejak DNA atau RNA dari beberapa jenis virus pada spesimen mumi. Virus yang ditemukan antara lain virus polio, influenza, hepatitis, dan cacar.
Hal yang cukup menarik juga ditemukan pada beberapa mumi. Penelitian terhadap mumi Firaun Siptah dan Khnumu-Nekht menunjukkan bahwa keduanya diduga pernah mengalami polio ketika masih hidup. Selain itu, pada mumi Firaun Ramses V ditemukan lesi pada kulit yang berkaitan dengan penyakit cacar. Cacar sendiri disebabkan oleh virus dari kelompok orthopoxvirus.
Ternyata, penyakit cacar juga pernah ditemukan dalam sejarah beberapa peradaban lainnya. Berdasarkan kajian arkeologi, penyakit ini pernah menyerang masyarakat di berbagai wilayah, seperti peradaban Het, Athena, Tiongkok, Semenanjung Korea, dan Jepang pada masa yang berbeda-beda.
Dari fakta tersebut, kita bisa melihat bahwa penyakit akibat virus bukanlah sesuatu yang baru. Manusia sudah mengalaminya sejak ribuan tahun lalu, meskipun pada saat itu mereka belum mengetahui penyebab penyakit tersebut seperti yang kita pahami sekarang.
Yang tidak kalah menarik, istilah “virus” sendiri baru dikenal pada abad ke-19. Jadi, meskipun penyakit akibat virus sudah ada sejak zaman dahulu, pemahaman manusia tentang virus baru berkembang jauh setelahnya.
Sejarah ini menunjukkan bahwa mempelajari virus bukan hanya tentang penyakit yang kita temui sekarang. Dari peninggalan seperti mumi, para ilmuwan juga bisa mendapatkan petunjuk tentang bagaimana penyakit telah memengaruhi kehidupan manusia sejak masa lalu.
Urutan sejarah penemuan virus seperti berikut
| No. | Tahun Penemuan | Penjelasan |
|---|---|---|
| 1. | 1882 | Adolf Mayer menemukan penyakit pada daun tembakau yang dinamakan Tobacco Mosaic Disease. Dia mengira penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang berukuran sangat kecil. |
| 2. | 1884 | Louis Pasteur menemukan bahwa patogen penyebab rabies lebih kecil daripada bakteri dan tidak dapat diamati menggunakan mikroskop cahaya. Oleh karena itu, dia bekerja sama dengan Charles Chamberland menciptakan alat yang mampu menyaring partikel lebih kecil daripada bakteri. Alat ini dinamakan penyaring Pasteur-Chamberland. |
| 3. | 1892 | Dmitri Ivanovsky menggunakan penyaring Pasteur Chamberland untuk mengidentifikasi penyebab Tobacco Mosaic Disease. Dia menyaring ekstrak daun tembakau menggunakan alat tersebut agar diperoleh filtrat daun tembakau yang tidak mengandung bakteri atau patogen berukuran besar lainnya. Daun tembakau yang awalnya sehat mengalami Tobacco Mosaic Disease setelah disemprot dengan filtrat tersebut. Ivanovsky beranggapan bahwa Tobacco Mosaic Disease disebabkan oleh zat yang dihasilkan bakteri. |
| 4. | 1898 | Martinus Beijerinck mengulangi percobaan Dmitri Ivanovsky. Dia meyakini bahwa filtrat yang dihasilkan dari penyaringan ekstrak daun tembakau mengandung patogen bentuk baru. Pengamatan berikutnya menunjukkan bahwa patogen tersebut hanya mampu berkembang biak pada sel yang sedang membelah. Dia menyebutnya sebagai contagium vivium flidum yang berarti ”cairan hidup yang menginfeksi”. Selanjutnya, Beijerinck menggunakan istilah ”virus” untuk menamakan ”cairan hidup yang menginfeksi” tersebut. |
| 5. | 1926 | Thomas Milton Rivers diundang sebagai pembicara dalam pertemuan Society of American Bacteriology. Dalam pertemuan tersebut, Rivers menjelaskan untuk pertama kalinya bahwa virus merupakan parasit obligat, yaitu parasit yang sangat bergantung pada makhluk hidup. Rivers menekankan bahwa virus hidup secara biologis karena bisa bereplikasi, tetapi tetap tergantung sel inang. |
| 6. | 1935 | Wendell Meredith Stanley berhasil mengkristalkan virus penyebab Tobacco Mosaic Disease. Hasil pengamatan Stanley membuktikan bahwa virus bukan cairan, melainkan sebuah partikel. Keberhasilan Stanley mendorong makin berkembangnya cabang ilmu Biologi yang mempelajari tentang virus atau disebut Virologi. |
Leave a Reply